March 2, 2011

Privatisasi dan BUMN

Privatisasi (istilah lain: denasionalisasi) adalah proses pengalihan kepemilikan dari milik umum menjadi milik pribadi. Lawan dari privatisasi adalah nasionalisasi.

Privatisasi adalah penjualan saham Persero, baik sebagian maupun seluruhnya, kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan, memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat, serta memperluas pemilikan saham oleh masyarakat

Privatisasi bukanlah isu baru yang berkembang di dunia. Privatisasi timbul akibat adanya kegagalan perusahaan milik pemerintah dalam pemenuhan masyarakat dan adanya intervensi besar dari politikus dalam menentukan kebijakan perusahaan milik negara. Dengan privatisasi diharapkan campur tangan politikus berkurang dan mampu memisahkan tujuan sosial dan ekonomi karena adanya transparansi dalam kebijaksanaan yang diambil oleh manajemen perusahaan.

Metode privatisasi adalah sebagai berikut:
1. Initial Public Offering (IPO) : Penjualan saham suatu perusahaan melalui pasar modal
2. Direct/ Trade sale/ Strategy sale (Penjualan langsung) : Penjualan saham perusahaan kepada mitra strategis
3. Management dan Employee By Out (M/EBO): M/EBO merupakan pembelian saham mayoritas oleh suatu konsorsium yang diorganisasi
4. Liquidation: adalah menutup perusahaan dengan menjual perusahaan sebagai usaha yang going concern atau menjual asetnya
5. Privatisasi Lelang: Berdasarkan SK menteri Keuangan No 47/KMK.01/1996
6. kepemilikan dengan menggunakan Dana Perwalian Privatisasi (Privatisasion Trust Fund)
7. Penjualan Aset
8. Konsesi: Adalah sewa aset untuk jangka panjang 25 sampai 30 tahun.
9. Sewa Guna Usaha (Lease)

Sepeninggalan sistem ekonomi sosialis yang berbau komunis, banyak negara percaya sistem ekonomi pasar akan lebih baik untuk dikembangkan dalam meningkatkan pendapatan rakyatnya lewat privatisasi atas perusahaan milik negara.

Di negara-negara kawasan Eropa, Amerika dan Asia, privatisasi menjadi suatu program yang dinilai strategis untuk diimplementasikan guna menekan kerugian keuangan negara yang lebih besar, sementara sumber pendapatan negara kian mengecil. Privatisasi kini juga mulai digalakan negara di kawasan Afrika.

Guna menekan subsidi anggaran dari pemerintah dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan perusahaan, privatisasi perusahaan milik negara merupakan kesenyataan yang harus dilakukan oleh penyelenggara negara yang percaya bahwa sistem ekonomi pasar lebih baik dibanding sistem ekonomi lainnya.

Di Indonesia, privatisasi bukan hal baru lagi. Indonesia mulai melakukan privatisasi BUMN pada masa Orde Baru. Pemerintah menjual saham PT Semen Gresik , PT Indosat, PT Tambang Timah, PT Telkom, BNI, dan PT Aneka Tambang. Pada tahun 1998 (masa reformasi) pemerintah kembali menjual saham PT Semen Gresik, PT Pelindo II dan PT Pelindo III. Tahun 2001 pemerintah lagi-lagi menjual saham Kimia Farma, Indofarma, Sucofindo dan PT Telkom.

Indonesia memiliki banyak alasan untuk melakukan privatisasi. Salah satunya yaitu alasan privatisasi yang diamanatkan oleh UU Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN adalah dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan, memperbesar manfaat bagi Negara dan masyarakat, serta memperluas kepemilikan saham masyarakat. Alasan ini adalah bahasa formal sebuah produk legislatif agar masyarakat menerima program ini.

Privatisasi BUMN diharapkan:
(1) mampu meningkatkan kinerja BUMN,
(2) mampu menerapkan prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan BUMN,
(3) mampu meningkatkan akses ke pasar internasional,
(4) terjadinya transfer ilmu pengetahuan dan teknologi,
(5) terjadinya perubahan budaya kerja, serta
(6) mampu menutup defisit APBN.

Selama tahun 1987 - 1997 pemerintah Indonesia melakukan perbaikan atas 6,4 persen, 8,1 dan 22,6 persen dari tujuh dimensi corporate governance yaitu disiplin, transparansi, independensi, accountability, responsibility, fairness, dan kepedulian sosial.

Transparansi merupakan dimensi yang paling diregulasi dalam periode tersebut. Itulah sebabnya, privatisasi BUMN akan tetap menjadi program pemerintah (siapa pun pemimpinnya) guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi perusahaan milik BUMN, karena tujuan dari program itu tak lain hanyalah menekan subsidi anggaran dari pajak akan lebih berdaya guna dan bermanfaat bagi rakyat kebanyakan.


referensi:
www.bumn-ri.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Privatisasi
http://www.antaranews.com/berita/247685/pengaruh-privatisasi-terhadap-kinerja--bumn
http://www.metrotvnews.com/metromain/analisdetail/2010/06/11/25/Sanggupkah-Tanpa-Privatisasi-Asing
http://jurnal-ekonomi.org/2008/02/18/fakta-dan-kebohongan-privatisasi-di-indonesia/
http://zulpiero.wordpress.com/2010/04/20/privatisasi-bumn-di-indonesia/
Riant Nugroho Dwijowijoto, Riant Nugroho & Randy R. Wrihatnolo, Manajemen privatisasi BUMN

feronicaromauli

No comments:

Post a Comment